PBing UNIMUDASorong. Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong telah merintis sebuah inisiatif bertajuk "Branding Ecovillage Malagufuk Berbasis Sustainable Tourism". Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi desa wisata Malagufuk melalui pemanfaatan teknologi berupa website sebagai sarana promosi dan penyebaran informasi.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung pada Sabtu, 5 Oktober 2024, dengan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat setempat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan Malagufuk sebagai destinasi ekowisata unggulan di Papua Barat Daya. Desa Malagufuk memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, seperti hutan hujan tropis yang masih alami, berbagai spesies flora dan fauna endemik, serta masyarakat lokal yang tetap menjaga kearifan tradisional mereka.
Website yang dikembangkan dalam program ini diharapkan menjadi platform utama untuk mempromosikan Malagufuk kepada wisatawan domestik maupun internasional. Website tersebut menyediakan berbagai informasi terkait daya tarik ekowisata, paket perjalanan yang tersedia, panduan wisata, serta profil masyarakat dan budaya lokal. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi serta meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pariwisata yang berkelanjutan di daerah ini.
Selain membangun platform digital, tim pengabdian juga menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat Malagufuk terkait pengelolaan dan pembaruan konten website secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat setempat dapat terus mempromosikan desa mereka secara efektif, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal dan kelestarian lingkungan.
Pelatihan ini mencakup pengelolaan konten seperti foto, video, dan artikel yang berisi informasi tentang aktivitas ekowisata, serta penggunaan fitur reservasi online yang telah terintegrasi di dalam website. Masyarakat desa, terutama generasi muda yang tertarik pada teknologi, menyambut baik kegiatan pelatihan ini.
Sebagai bagian dari branding berbasis Sustainable Tourism, website ini menekankan prinsip-prinsip pariwisata ramah lingkungan. Wisatawan yang datang diharapkan berkontribusi terhadap upaya pelestarian alam dan budaya dengan mengikuti tur yang tidak merusak ekosistem serta mempelajari kehidupan masyarakat adat Malagufuk yang harmonis dengan alam.
Menurut Ata Lucky, salah satu pengelola desa wisata Malagufuk, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. "Kami sangat mendukung pengembangan pariwisata berbasis keberlanjutan ini. Melalui website, potensi desa kami dapat dikenal lebih luas, namun tetap menjaga alam dan budaya kami," ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Agus Setiawan, M.Pd., menyatakan bahwa dengan adanya website yang dapat diakses oleh siapa saja, Malagufuk diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi ekowisata yang unik dan autentik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tim pengabdian juga berharap inisiatif ini dapat menginspirasi desa-desa lain di Papua untuk mengembangkan potensi wisata mereka secara berkelanjutan dan berbasis teknologi.
Tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program DRTPM atas dukungan pendanaan yang telah diberikan. Berkat bantuan ini, program pengabdian kepada masyarakat dapat direalisasikan dengan baik dan tepat sasaran. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. (NSL)